PEMBANGUNAN KEUANGAN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA: PENGUJIAN KEMBALI HIPOTESIS GREENWOOD-JOVANOVIC
DOI:
https://doi.org/10.63631/iej.v1i1.8Keywords:
Pengembangan Keuangan, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Gini, Hipotesis Greenwood-JovanovicAbstract
Ketimpangan pendapatan telah menjadi salah satu isu paling kontroversial di berbagai negara di dunia, terutama di Indonesia. Dalam konteks ini, pembangunan keuangan dan pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai solusi utama melalui hipotesis Greenwood-Jovanovic, yang menyatakan bahwa pada tahap awal pembangunan ekonomi, ketimpangan pendapatan meningkat karena akses keuangan terbatas pada kelompok kaya. Namun, seiring berkembangnya sektor keuangan dan menurunnya biaya transaksi, akses keuangan menjadi lebih merata, yang pada akhirnya mengurangi ketimpangan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis Greenwood-Jovanovic di Indonesia selama periode 1990-2023 menggunakan alat analisis Ordinary Least Square. Studi ini menggunakan tiga proksi standar untuk pembangunan keuangan: FDI sebagai persentase dari PDB, M2 sebagai persentase dari PDB, dan total kredit domestik kepada sektor swasta oleh bank sebagai persentase dari PDB; persentase perubahan PDB riil per kapita untuk mengukur pertumbuhan ekonomi; dan ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Indeks Gini. Penelitian ini menemukan dukungan kuat untuk hipotesis Greenwood-Jovanovic di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan keuangan mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya berkontribusi pada pengurangan ketimpangan pendapatan di Indonesia. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan yang signifikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Farida, Moh. Adenan, Adhitya Wardhono, Erlambang Budi Darmanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.